Cari Blog Ini

Memuat...

Minggu, 18 Juli 2010

PROPOSAL REHABILITASI MASJID

PROPOSAL
REHABILITASI MASJID JAMI
ASY-SYADZILIYAH













PANITA REHABILITASI
MASJID JAMI ASSADILIYAH
Alamat Cilangla-Siturawapanjang-Desa/Kec.Cireunghas Kabupaten Sukabumi

I. PENDAHULUAN
Masjid merupakan sarana vital bagi umat Islam yang harus mendapatkan prioritas utama terhadap kemakmuran, pembangunan dan pengembangan serta pemeliharaannya, karena masjid bukan hanya sekedar sebagai tempat sholat/ibadah saja melainkan juga sebagai pusat informasi, pusat kegiatan dan juga sebagai pusat pembinaan umat Islam.
Dalam upaya mewujudkan pembangunan manusia seutuhnya, harus diperhatikan adanya keselarasan dan keserasian sehingga bukan hanya pembangunan sarana umum melainkan pembangunan tempat-tempat ibadah.
Dengan strategisnya peran masjid tersebut perlu upaya untuk mewujudkan sarana dan prasarana yang representatif.
Warga Siturawapanjang Desa Cireunghas Kab.Sukabumi yang sebagian besar adalah beragama Islam, sangat mendambakan sebuah tempat ibadah yang memadai. Namun mengingat segala keterbatasan dan kemampuan warga maka Panitia Rehabilitasi Pemugaran Masjid Assadiliyah Siturawapanjang berupaya untuk mendapatkan dukungan dan bantuan dari para dermawan dan para donatur.

II. LATAR BELAKANG
Masjid bagi umat Islam merupakan kebutuhan mutlak yang harus ada. Sejak awal sejarahnya masjid merupakan pusat segala kegiatan masyarakat Islam. Pada awal Rasulullah hijrah ke Madinah maka salah satu sarana yang dibangun adalah masjid. Masjid menjadi titik sentral pembangunan masyarakat pada waktu itu. Dari waktu ke waktu di tengah-tengah pembangunan sosial kemasyarakatan, dapat pula kita temukan keterkaitan dinamika masjid sebagai pusat ibadah dan hidup kaum muslimin dengan perubahan dan perkembangan serta semangat membangun diri dan lingkungan hidupnya.
Keutamaan masjid dibandingkan tempat yang lainnya
Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya :
Dari Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bagian negeri yang paling Allah cintai adalah masjid-masjidnya, dan bagian negeri yang paling Allah benci adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim dalam Kitab al-Masajid wa Mawadhi’ as-Shalah)
Ketika upaya membangkitkan semangat membangun perlu digalakkan, maka tak jarang dari mimbar dan serambi masjid berkumandang ajakan dan dorongan yang bukan saja berhenti pada sekedar ajakan, namun hal itu berkaitan dengan bentuk pelaksanaan perintah wahyu Allah SWT yang oleh para takmirnya diterjemahkan ke dalam rumusan yang jelas dan operasional bagi jamaahnya. Perubahan dan perkembangan masyarakat itu menjadi hampir tak pernah lepas dari perhatian masjid sebagai tempat bergantungnya umat Islam dalam upaya menterjemahkan ajaran Allah SWT kedalam kehidupan sosialnya.
Kesadaran yang demikian ini lalu mendorong kepada sikap luwes namun peka terhadap permasalahan lingkungan yang bergerak, berkembang dan berubah. Bahkan sejalan dengan fungsinya sudah semestinya masjid justru mampu memberikan gambaran yang jelas kepada masyarakat lingkungannya tentang berbagai hal yang harus dihadapi oleh masyarakat pada masa mendatang dengan kunci-kunci jawabannya.
Saat ini kita dapat melihat, masjid sebagai tempat ibadah bukan sebagai tempat sujud dan ceramah saja, tetapi sudah lebih luas sebagai tempat pembinaan ummat dan sebagai tempat kegiatan sosial kemasyarakatan yang bernilai ibadah yang dijabarkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan : Pendidikan berjenjang mulai Pengajian Rotinan, Anak Diniyyah, remaja masjid, dan sebagainya. Fenomena ini walaupun masih dalam skala yang kecil namun bisa memberi ketegasan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan ibadah saja.
Keberadaan masjid memang sudah seharusnya bisa memberikan manfaat yang besar bagi jamaah dan masyarakat lingkungannya Penduduk Kp. Siturawa panjang telah berkembang dengan pesat. Dengan fakta-fakta tersebut tokoh-tokoh masyarakat di Kp.Siturawapanjang sangat mendambakan sekali adanya renovasi masjid sebagai pusat kegiatan peribadatan dan sosial kemasyarakatan Dengan dasar itu telah dibentuk sebuah Panitia Pembangunan Masjid Asy-Syadziliyah yang bertugas untuk merealisasikan tuntutan umat tersebut, agar pada akhirnya berkat dukungan semua pihak dapat segera terwujud bangunan masjid Asy-Syadziliyah nantinya Insya Allah dapat dipergunakan sebagai kegiatan pendidikan generasi penerus agama Islam kita.

III. DASAR PEMIKIRAN
Warga Siturawapanjang Desa/Kec. Cireunghas Kab.Sukabumi sampai saat ini belum ada tempat peribadatan yang representatif, sebagai pusat kegiatan agama dan sosial kemasyarakatan bagi warga desa yang lengkap.
Bahwa Masjid Asy-Syadziliyah yang ada sekarang tidak cukup untuk menampung Jemaah dikarenakan kondisi bangunan kurang memadai sehingga warga Desa siturawapanjang sepakat untuk merehabilitasi masjid tersebut guna lebih meningkatkan gairah ibadah dan kegiatan kemasyarakan umat Islam.

IV. BENTUK KEGIATAN
Kegiatan tersebut berbentuk Rehabilitasi Pemugaran Masjid " Asy-Syadziliyah ", Warga Siturawapanjang Desa/Kec. Cireunghas kabupaten Sukabumi.

V. TUJUAN
Rehabilitasi Masjid " Asy-Syadziliyah " Desa Siturawapanjang tersebut mempunya tujuan sebagai berikut :
•Menyediakan tempat ibadah yang representatif bagi umat Islam (Masjid sebagai pusat peribadatan)
•Untuk meningkatkan rasa cinta dan bangga terhadap masjid sehingga senantiasa terpacu untuk selalu beribadah dan memakmurkan masjid.
•Sebagai pendorong dan penguat keimanan masyarakat Islam sehingga dapat menangkal berbagai usaha yang menjauhkan umat dari ajarannya (Masjid sebagai pusata pembinaan umat)
•Memberikan sarana pendidikan yang efektif bagi generasi penerus agama Islam guna meningkatkan wawasan dan pemahaman akan ilmu-ilmu agama Islam.
• Memberikan sarana bagi peningkatan ibadah dan ukhuwah diantara warga masyarakat agar tercipta ummat yang beriman bertaqwa kepada Allah SWT.

VI. SUMBER DANA
Anggaran dana untuk rehabilitasi dan pemugaran masjid Assadiliyah ini diperoleh dari beberapa sumber yaitu :
1.Swadaya masyarakat Kampung Siturawapanjang baik yang berdomisili di Kampung Siturawapanjang maupun yang berdomisili di luar Kampung Siturawapanjang.
2.Sumbangan dari para donatur yang dikumpulkan melalui sukarelawan pengumpul dana yang ditugaskan oleh Panitia Pemugaran Rehabilitasi Masjid Asy-Syadziliyah.
3.Sumber lain yang tidak mengikat.

VII. PELAKSANA PEMBANGUNAN
Dalam mewujudkan pembangunan masjid Asy-Syadziliyah ini sesuai hasil keputusan musyawarah perangkat RW, RT dan warga muslim Kampung Situ Rawa Panjang pada hari Minggu tanggal 27 Juni 2010

VIII. RENCANA GAMBAR RENOVASI
Renovasi Masjid Asy-Syadziliyah rencananya akan dibangun seluas 12 m x 12 m.

IX. KEPENGURUSAN
Pembina : Ahmad Saepulloh
Ketua DKM : E.Mahpudin
Ketua Pelaksana : Ust.Syarif
Wakil Ketua : Dede Komarudin
Sekretaris : Ust. Endin Sopandi
Bendahara : Syahroni
ANGGOTA :
1. Ust. Sarpan
2. H.Selamet

IX. PENUTUP
Demikian proposal Rehabilitasi Masjid Asy-Syadziliyah ini kami sampaikan, semoga dapat dijadikan acuan dan pertimbangan bagi Bapak/Ibu/Saudara umat Islam sekalian dalam memberikan shodaqoh amal jariyah / infaq baik berupa dana ataupun material sebagai wujud amal jariyah kepada Allah SWT dan kepedulian kita atas nasib generasi penerus agama Islam kita.
Atas perhatian, partisipasi dan kepedulian Bapak/ Ibu / Sdr. kaum muslimin dan muslimat, kami mengucapkan terima kasih yang tulus. Semoga segala amal jariyah / bantuan yang diberikan, baik dana maupun material, dicatat Allah SWT dan dilipatgandakan pahalanya, diberikan keberkahan rezqi, kelapangan hati.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membangun masjid ikhlas karena Allah maka Allah akan membangunkan baginya yang serupa dengannya di surga.” (HR. Muslim dalam Kitab al-Masajid wa Mawadhi’ as-Shalah) Amiin Ya rabbal alamin.
Jazakumulllahu Ahsanal’jaza




Sukabumi, Juli 2010
Hormat kami,

Ketua, Sekretaris, Bendahara,



( E.Mahpudin ) ( Ust. Endin Sopandi ) ( Syahroni )



Mengetahui,

Ketua RT.01/03 Ketua RT.03/03 Ketua RT.04/03



( E.Mahpudin ) ( Usman ) Sukandi )



Ketua RW.03



( Endang S )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar